Merabaknya Corona, Kemendikbud Pastikan Sekolah Tak Libur
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memastikan bahwa sekolah tidak ditutup walaupun kasus virus Corona atau COVID-19 menyapu Indonesia. Ini diputuskan setelah mendapat saran dari Departemen Kesehatan.
Iluatrasi siswa | okezone


"Jadi, pada prinsipnya, kami tidak membuat keputusan untuk mengimplementasikan penghiburan massal," kata penjabat kepala badan kerjasama dan hubungan masyarakat Ade Erlangga Masdiana di kantor kepresidenan Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, pada hari Jumat, 6 Maret 2020.

Ade mengatakan bahwa jika ada siswa, staf pengajar atau orang tua siswa diketahui terinfeksi atau baru saja mengunjungi daerah yang menjadi pusat Corona seperti Cina, langkah antisipasinya hanya sebagian. Mereka diminta untuk tidak bersekolah setidaknya selama 14 hari.

"Dan juga (mereka) berkoordinasi dengan petugas layanan kesehatan atau dengan layanan kesehatan masyarakat," kata Ade.

Anda kepala sekolah ingin tahu cara input NUKS di Dapodik dengan mudah dan tak perlu ribet.

Ade mengatakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah mengirim surat edaran terkait protokol kesehatan ke sekolah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menerima bahwa ada sekolah yang meminta saran kewaspadaan terhadap virus ini.

Sebagai contoh di Depok, ada dua kasus warga yang diketahui terpapar oleh Corona. Meskipun sejauh ini, tidak ada sekolah di Depok yang memiliki liburan total, tetapi Ade mengundang sekolah untuk menyusun kebijakannya sendiri, tergantung pada situasi yang mereka hadapi.

"Hanya sekolah yang tahu kondisinya. Mungkin ada pertimbangan tertentu, tapi saya sarankan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan dinas pendidikan setempat," kata Ade.
Lebih baru Lebih lama