Tak hadiri undangan KPK, Komitmen Jokowi tentang Penguatan KPK dipertanyakan
Sejumlah pegiat antikorupsi mengkritik Presiden Jokowi yang memilih menonton sandiwara di SMKN 57 Jakarta daripada menghadiri peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAS) di gedung penunjang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Senin, 9 Desember 2019.

Presiden Joko Widodo | Liputan6

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia M Isnur dan pegiat anti korupsi lainnya menilai komitmen Jokowi dalam pemberantasan koropsi rendah.

"Jokowi lebih suka melihat drama, lebih senang bermain sandiwara," katanya, Selasa (10 /12/2019).

Pilihan Jokowi itu, tambah Isnur, merupakan simbol posisi politik dirinya. Selain itu Isnur menduga Jokowi tidak menghadiri undangan KPK karena khawatir ditanyai soal komitmen terkait Peraturan Pemerintah Pengganti KPK (Perppu KPK) dan Revisi UU KPK.

Meski demikian, Isnur menganggap menghadiri permainan teater anti koruprsi juga penting. Namun menurutnya Jokowi bisa hadir dilain waktu.

Menurut Isnur, pilihan Jokowi itu merupakan simbol posisi politik Jokowi dalam pemberantasan korupsi. Dugaan lainnya, kata Isnur, mungkin Jokowi khawatir ditanyai alasannya menyetujui revisi UU KPK atau komitmennya menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti UU KPK. "Hadir ke sekolah itu penting, tapi kan bisa di lain waktu," kata Isnur.

Selain itu, Bavitri Susanti salah satu pakar hukum tata juga menilai Jokowi kurang pro penguatan KPK. Bahkan Ia menyindir Presiden dua priode ini lebih mementingkan Investasi daripada pemberantasan korupsi "Ada beberapa narasi yang dia ucapak secara tidak yang menhunjukkan bahwa bagi dia, KPK itu sudah tidak penting, yang penting sekarang investasi," ujarnya.

Sekedar diketahui undangan KPK di acara puncak Hakordia 2019 pada Senin, 9 Desember 2019 Jokowi memerintahkah Wakil presiden KH. Ma'ruf Amin untuk menghadirinya.

Ois Chanel

Terimaksih telah membaca artikel kami. Berikan Comment disini.

Comment