Ads 720 x 90

Xiaomi

Xiaomi adalah perusahaan mobile internet atau vendor smartphone yang sedang naik daun. Xiaomi berdedikasi untuk menciptakan pengalaman pengguna dari segala aspek. Didirikan pada tahun 2010, perusahaan ini dengan cepat telah menjadi salah satu perusahaan teknologi terkemuka di Tiongkok. Perusahaan ini kini bernilai lebih dari 10 miliar USD dan memiliki lebih dari 3000 karyawan.

Sejarah Xiaomi

xataka

Xiaomi didirikan oleh mantan CEO Kingsoft, Lei Jun dan beberapa rekannya pada 2010. Awalnya, Xiaomi adalah perusahaan perangkat lunak yang menciptakan ROM kustom baru berdasarkan sistem operasi Android. Pada fase pertama pembiayaannya, beberapa investor telah berinvestasi, termasuk Temasek dari Singapura dan perusahaan pemrosesan Qualcomm. Jadi sejak awal, Xiaomi sudah memiliki pendukung yang kuat.

Tujuan awal perusahaan adalah untuk menyediakan fitur tambahan yang belum ditawarkan di Android biasa, serta UI yang ramah pengguna. MIUI, rum yang mereka buat, adalah sukses besar dan dipindahkan ke berbagai perangkat. Hingga 2014, MIUI dapat diunduh dan diinstal di lebih dari 200 perangkat.

Apa yang membuat ROM yang dibuat oleh Xiaomi populer? Salah satunya adalah Xiaomi ROM dibandingkan dengan Apple iOS dalam hal kemudahan penggunaan dan keberadaan layanan yang menarik seperti cadangan cloud dan toko aplikasinya sendiri.

Terjun ke bisnis smartphone


Pada 2011, Xiaomi memutuskan untuk memasuki pasar ponsel, tidak hanya membuat perangkat lunak. Mereka membuat prroduk smartphone pertama dengan nama Mi One, ponsel berperforma tinggi pada saat itu, tetapi cenderung demikian. Xiaomi tampaknya konsisten dengan formula dari awal.

Xiaomi juga berkembang pesat di industri ponsel. Pada 2013, mereka menghasilkan pendapatan $ 5 miliar, hasil yang mengesankan bagi perusahaan telepon seluler yang baru didirikan. Karena itu, penyedia ponsel Tirai Bambu di negara tersebut telah diberi julukan "Applenya" di China. Nama itu diberikan karena perusahaan baru yang dibangun pada tahun 2010 memiliki basis pengguna yang sangat loyal, sepertinya penggemar boy Apple. Termasuk gaya CEO Lei Jun, yang langsung mengingatkan kita pada sosok Steve Jobs yang legendaris Apple saat presentasi. Lengkap dengan atasan hitam, jeans dan sepatu kets.

Saat ini, Xiaomi tidak lagi bisa disebut perusahaan mini. Menurut laporan Tech di Asia, Xiaomi sudah bernilai US $ 10 miliar atau setara dengan US $ 110 triliun (US $ 1 = US $ 11.000).

Selain ponsel, Xiaomi sebenarnya memproduksi beberapa perangkat elektronik lainnya, seperti televisi. Namun pada kenyataannya, tujuan utama mereka adalah untuk mencapai posisi teratas di industri smartphone.

Ponsel Xiaomi laris manis


Dengan basis pengguna yang fanatik, telepon seluler Xiaomi yang baru dirilis terutama yang dijual online, biasanya diburu oleh penggemar mereka. Bahkan, kadang-kadang membuat rekor dalam waktu singkat ponsel habis terjual. Pada 2012, Xiaomi mengirim 7,2 juta pengiriman perangkat smartphone. Dengan demikian, pada 2013 dengan cepat naik menjadi 18,7 juta perangkat smartphone. Dan pada kuartal pertama 2014, 11 juta unit sudah terjual. Pada kuartal pertama 2014, menurut laporan yang diterbitkan oleh perusahaan riset pasar Counterpoint Terchnology, Xiaomi berhasil mendapatkan 11% pangsa pasar di Tiongkok. Raihan Xiaomi menempatkannya di posisi tiga teratas di bawah Samsung dan Lenovo.

Ekspansi internasional


Merasa cukup sukses di Tiongkok, Xiaomi mulai beralih ke pasar luar negeri. Terutama di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Pada awal 2014, Xiaomi membuka kantor pertamanya di Singapura. Pada akhir Februari dan Maret, smartphone Redmi dan Mi3 berikutnya secara resmi dijual di Singapura. Diperkirakan ponsel Mi3 terjual habis di negara jiran ini hanya dalam 2 menit. Dari Singapura, Xiaomi berencana memasuki pasar Malaysia dan Indonesia. Di Indonesia, menurut rumor, ponsel Xiaomi akan memasuki pasar pada bulan Agustus.

Ekspansi internasional Xiaomi ditangani oleh Hugo Barra, mantan Wakil Presiden Manajemen Produk untuk Android. Dia jelas bukan orang yang kejam dan dia sangat berpengalaman.

Barra, yang saat ini menjabat sebagai wakil presiden Xiaomi, juga rajin mengunjungi Asia Tenggara. Belum lama ini, Barra juga hadir di Indonesia, menandai tidak lama lagi untuk memasarkan ponsel Xiaomi di negara ini.

CEO Xiaomi mirip Steve Jobs


Ada satu lagi yang menarik tentang Xiaomi. Ini unik dalam sosok Lei Jun, pendiri dan CEO Xiaomi. Penampilannya mengingatkan pada Steve Jobs. "Media menyebut saya Steve Jobs dari China," katanya dalam wawancara dengan Reuters.

Tidak ada yang salah dengan itu, lihat saja gaya Lei Jun di atas panggung saat ia mempersembahkan produk terbarunya. Dimulai dengan gaya memakai kaos dan sepatu hitam, dan bagaimana ia mempresentasikan produknya. Lei Jun mengakui bahwa dia terinspirasi oleh visi dan misi legenda Apple. "Saya menganggapnya sebagai pujian dan juga perbandingan. Jelas bagi saya ini adalah tantangan besar dan besar," (dtk).

Portofolio produk utama Xiaomi


Xiaomi smartphone: memiliki kualitas tinggi dan kinerja perangkat Android yang baik.

MIUI ROM: ROM kustomisasi tinggi yang bisa digunakan di semua jenis perangkat Android

MiTalk: aplikasi messaging unggul

MiBox: set-top box pintar yang meningkatkan pengalaman Televisi (TV) kesayangan kita.

Newer Oldest

Related Posts

Post a Comment

Subscribe Our Newsletter